Sabtu, 12 April 2014

Ratapan Hujan


ratapan hujan_ doc: internet

Ketika langit tampak sendu mentari pun enggan menampakan diri hari ini di bulan November yang kata bulan yang di penuhi dengan hujatan ehh hujan. Ketika kecil aku mendefinisikan hujan itu ketika di atas langit ada seorang anak yang mencari perhatian dan  membuka ratusan ribu keran akhirnya menetes ke bumi dan jadilah hujan ..hahaha dalam imaji dalam masa kanak-kanak, lalu terus berlanjut ketika duduk di bangku sekolah dasar hujan sepertinya waktunya bermain dengan kawan-kawan di bawah guyuran air keran dari atas langit, hujan bermain di tanah lapang merah, berlari mengejar dan dikejar tapi kini lapangan tanah merah itu pun menghilang seiring waktu ketika masih ada di samping rumah terlihat sawah sisa di Jakarta tapi semuanya telah berubah menjadi padat dan tak ada lagi sebuah tempat untuk sekedar menatap langit malam yang seperti dulu, mungkin hanya di atap rumah menatap begitu bulan absen malam itu dan langit cuma di taburi gemerlap bintang yang memberi sebuah keyakinan untuk mencapai sebuah semangat dalam hidup untuk berani, kadang Ibu Ku bilang kau suka sekali sesuatu hal berani menyerepet bahaya lagi “ingat jangan buat sesuatu yang buat khawatir”.

Menatap langit sehabis hujan di saat senja menjelang petang datang menjemput malam, sesaat setelah hujan. Tak ada lagi pelangi terlihat. Sebentar lagi malam datang menjemput dan mentari pun di gengam senja takut malam akan datang terlalu cepat menjemputnya. Pelangi itu muncul karena hukum alam. Hadir bila zat cair tertimpa sepktrum cahaya di udara berbias mewarnai langit hmm.. menajubkan melukisnya sebagai senyuman setelah langit tampak bersedih.

jkt tergenang air _edwanovmikel.tumblr.com
Saat malam pun tiba tanpa permisi, waktu terlalu cepat berlari mengejar setoran sepertinya huh jadinya tak bisa menikmati langit petang. Yang bisa di nikmati hanya duduk di dalam kendaraan umum panas dan membosankan tapi patut untuk dinikmati sebagai ritual saat pulang apa lagi setelah hujan mengguyur begitu deras seperti biasanya macet pun muncul dari permukaan genangan di atas lubang di jalan raya.

Setetes air hujan jatuh tepat membasahi tepat duduk membuat tulisan menjadi pudar karana tintanya luntur terkana tetesan air dari atap angkutan umum yang bocor mungkin atapnya pakai genteng kali ya hehehehe. Hujan kenapa selalu ada saja menyalahkan hujan pada hal hujan adalah membuat sebuah anugrah tapi kalau hujan seharian yap’s, jadinya kayaknya kalau begini Jakarta tenggelam nih.

Tapi ada yang lucu gara-gara hujan tadi sepasang kekasih yang sedang marah, ngambek ngak tau apa masalahnya jadi terselesaikan setelah hujan reda, mereka berdua jadi saling berkomunikasi dengan mesra dan membersihkan jok kuda besinya yang basah dan kedinginan akibat hujan. Hujan lagi hujan lagi gumaman seorang anak kecil pengojek payung karena ia belum dapat sejumlah uang yang ia butuhkan untuk bermain warnet dan membantu menambahkan uang membelikan ibunya susu buat adiknya yang masih balita, karena tadi tak bisa ngamen dan hujan pun terlalu lebat dan saat waktunya pulang hujan pun berhenti jadi setoranya kurang hahahaha hujan adalah rezeki yang berlimpah ruah apa lagi kalau ada mobil yang mogok dan jalanan tergenang cukup membuat sulit para pengendara bermotor jadi mungkin hujan memang membawa rezeki bukanya pemerintah yang terlalu zalim yang suka menindas rakyatnya malah membuat rakyat tak punya pekerjaan. Hujan membuat banyak peluang yang positif untuk memberi kehidupan banyak orang, hujan pula yang membuat anak-anak ceria bermain dengan riang dan Cuma-Cuma seperti tumpahan air hujan  tanpa tak perlu khawatir setelah berhenti tak ada pungutan biaya yeah.. cinta adalah sepertinya katanya bulir-bulir air hujan yang jatuh menggenangi bumi ada bahagia dan kesedihan saat turun.

Uu November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar