“ Usia saya saya akan
selalu tetap, kepala di awan dan mulut penuh kue. ”
~ Morissey
Ketika mentari pertama di tahun ini panasnya meresap ke kulit
ari, mata masih ingin tertutup lagi tapi Aku ingin menikmati pagi hari pertama
di tahun yang baru ini. Aku benci untuk berpikir bahwa, pertumbuhan hanya cepat
ketika pipi Saya & Anda masih memerah seperti dadu dan berembun seperti
pagi, ketika mata Anda adalah sepasang dua bola bulat penuh dengan sinaran optimisme,
ketika bau Anda & Saya seperti mentari dan semerbak bau permen loly pop mendorong
dan satu-satunya set kosmetik masa remaja Saya & Anda waktu itu mampu
membuat keceriaan sepanjang hari tanpa sebuah kegundahan.
Suatu hari Saya & Anda akan berhenti tumbuh dan menjadi
sangat lambat, segala sesuatu yang lain akan tampak bergegas, dan bukan itu aku
takut menjadi tua, itu adalah rasa terdistorsi oleh bisikan waktu yang berjalan
laju berlari sangat kencang, ketika Anda kehilangan kemampuan membuat lompatan
dengan cepat. Saya ingin terus maju, tumbuh terus sepanjang nafas berhembus,
seperti Anda ya.. kalian semua dan setiap makhluk megah lain di dunia ini.
Sepertinya tadi malam saya melihat begitu banyak lampu di
kota ini begitu berbeda. Dan beberapa orang terbungkus dalam tirai dan etalase.
Dalam pinggiran hitam dan nuansa lain dari biru yang sedikit gelap. Tapi tidak
begitu banyak tanda-tanda perdamaian kepulan asap dari rokok batang terakhirku
membuat udara yang menjadi gelap tak ada ujung. "Apa yang anda pikirkan?
Pertanyaan FB saat membuka" bermain di lingkaran sepertinya tak berujung
jalan keluar, tak terdengar keramaian, diam dari dalam kepalaku. Tulisan surat
kabar hari ini terasa berhuruf tebal tanpa tanda baca menghabiskan nafas
panjang yang terengah-engah oleh usia. Aku ingin hidup seribu tahun lagi kata Chairil
Anwar, tapi menjadi tua adalah kodrat alami manusia.
Sindi @sindsindika Januari 2015
Dimuat di komazine #17 hey, februari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar