Tampilkan postingan dengan label kapitalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapitalisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Hasrat Yang Terbelenggu

Ketika hidup mu di kuasai sebuah keinginan yang ditanamkan lewat pariawara/iklan, kau sudah berubah dan hidup mu terkontrol dalam lingkaran satan sebuah putaran kematian yang dibuat dengan kesenagan tak terasa bila kiat di tindas. Ketika kiat terkontrol oleh sebuah hasrat semata karena gempuran-gempuran yang begitu derasnya menghajar kiat tiap detik … aah gue pengen BBMan aah … bagus juga i-phone lebih keren dari pada punya Black Bery. Malam-malam bosen juga chatting atau nonton nich sepertinya enak bersepeda nich bersepeda bergengi dari pada naik motor kaya alay2 ajah terus nyari2 jablay ahh lebaaay.

Sebuah keinginan yang tak benar-benar kita memang tak memabutuhkantapi kapitalisme (system yang mengakumulasi modal) memborgol diri kita dan menggebalan ya masuk kedalam jurang dimana diri kita terkontrol dan semangat untuk berkumpul dan melawan di hancurkan yeeeah. Tanpa semprotan parfum axe dirimu takakan ada peremuan yang menyentuhmu ataupun berdekatan dengan mu. Tanpa Body Shop tak akan ada yang ingin menyentuh kulitmu dan kamu pun dianggap mahluk rendahan karena tak peduli tehadap lingkungan. Tanpa Revlon tadi bibirmu tak ada lelaki yang melirik mu. Tanpa Black Bery kau pun tak akan mendapatkan teman. Tanpa i-phone tak ada juga teman yang akan menemanimu. Tak punya tweeter kau pun di anggap sebagai allay. Tanpa berpergian ke kantor dengan sepeda di anggap belumlah sukses karena kau manusia rendahan tak pro terhadap ekologis.cukuran mu belum lah rapih bila tak menggunakakan Gillette. Kekasihmu munggkin tak akan mau berkencan bila kau tak mengajaknya nonoton film Hollywood terbaru di blitz megaplexs atau pun Cuma di XXI.

Rasa percaya diri yang semakin terkontrol oleh kapitalisme yang memanfaatkan imajiner sebuah kemewahan dan penuh ilusi dengan menacapkan sebuah prestise semata buakanlah kebutuhan yang benar kita inginkan.

+pemBajak kota

Jumat, 27 Februari 2009

Konsumerisme

konsumtif


Skiziofrenik : adalah hasrat telah mengambil peran rasionalitas sebagai penggerak tindakan ,menciptakan masyarakat kapitalisme menuju kondisi katastropik, tercabik-cabik: sebuah kondisi yang skizofrenik. Skirizonfrenik adalah sebuah trilogy yang menggambarkan secara tepat kekuasaan hasrat masyarakat kapitalisme.kondisi skiziofrenik adalah di mana para konsumen /masyarakat merasa kebingungan setelah membeli produk tertentu.karena mereka membeli produk tidak didasari oleh sebuah pertimbangan yang kuat,sehingga manfaat dan kegunaanya dipertanyakan setelah membeli produk tersebut.

Memproduksi Konsumsi:

Membuat kebutuhan dengan membuatkan kebutuhan baru (kebutuhan-kebutuhan artifisial). Masyarakat dikonstruksiksn untuk mengelilingi diri mereka dengan barang-barang mewah , untuk memenuhi segala bentuk hasrat (prestise, status, simbolis), dengan hanya ditemani oleh benda-benda di sekelilingnya, individu dalam masyarakat sosial cenderung mengisolasi dirinya dalam masyarakat sosialnya.

Hedonisme : mementingkah kehidupan keduniawian yang penuh dengan kesenangan diri sendiri tidak peduli dengan lingkungan sekitar ,pada hal manusia adalah mahluk sosial mahluk yang tidak bisa hidup dengan atau tanpa manusia lainya , pada awal perkembangan masyarakat atau pun era evolusi manusia,manusia hidup dalam kelompok-kelompok, komunal dalam membentuk sebuah kebudayaan dalam mengaktualisasi diri dan untuk bertahan hidup.

Sikap yang dibangun oleh kapitalisme adalah fondasi sikap individualisme tak berjiwa. Maksudnya adalah sesuatu keyakinan yang gersang/kering tanpa adanya setetes embun pencerahan bagi manusia adalah keseimbangan itu sendiri.

manusia adalah mahluk pembelajar dan sang penahluk alam semesta bagi kelangsungan hidupnya,maupun generasi selanjutnya. Bersama-sama kelompoknya dalam menghadapi kejamnya keadaan alam. Dalam kehidupan modern sekarang ini kawan/teman manusia telah di gantikan oleh teknologi yang menjadika manusia sebagai hanya jadi mahluk individualistis saja bukan juga mahluk sosial yang membutuhkan manusia lain demi keberlangsungan hidupnya.

Konsumen : pemakai tidak melakukan produksi/budak produksi kapitalisme

kapital : pemodal ,adalah kemakmuran ( uang, properti, atau pekerja ) untuk dapat menciptakan lebih banyak lagi kemakmuran

Kapitalisme : “pertukaran barang atau jasa” dimana mereka yang memiliki kapital (modal) akan mampu dan dapat mengumpulkan modal lebih banyak lagi,dengan harga yang harus mereka harus bayar oleh mereka yang tak memiliki kapital (baca: rakyat miskin,dan kaum pekerja) 

[edwanov]