Tampilkan postingan dengan label konsumerisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsumerisme. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2009

Bahagia Tanpa ?

Apakah anda percaya bahwa kebahgian itu adalah sebuah persepsi yang berbeda bagi setiap orang dalam memaknai tentang sesuatu yang namanya kebahagiaan.
Seorang filsuf yunani kuno, yakni Socrates ( 469-399 sm ), percaya bahwa jika anda sunguh2 bijak,anda tidak akan terobsesi oleh kekayaan. Untuk mempraktikan apa yang ia kotbahkan secara ektrem itu, ia bahkan untuk menolak mengenakan sepatu.
Socrates suka mengunjungi pasar,tetapi ia hanya memandangi beraneka ragam pakaian yang dipamerkan dengan penuh kekaguman. Saat seorang teman bertanya ’mengapa ia demikian terpesonanya ,ia menjawab:”saya suka sekali pergi kesana dan menyadarinya betapa saya bahagaia meski tak memiliki banyak hal yang ada di sana.”
Sikap socrates memang bertentangan dengan iklan yang terus menerus menghajar hasrat kita .Dan terus menerus menyerang mata ki dan telinga kita . Para pemasang iklan yang terus menerus menghabiskan milyaran rupiah untuk mengatakan bahwa kita takkan bahgia tanpa,bila man tak memiliki atau memakai produk terbaru mereka (produsen).
Dalam memandang kehidupan ini lebih baik lagi dan tak terpengaruhi oleh yang namanya sebuah hasrat konsumerisme (memakai barang-barang yang tak di perlukan), tetapi memang sebuah ironi di zaman yang serba instan ini , kalau kita memang masih menjadi seorang yang terbelengu oleh sebuah hasrat mengkonsumsi karena tiap detik kita di hantui oleh produk-produk yang serbah mengiurkan hasrat kita untuk memilikinya segera mungkin . Tetapi memang ironi kita tak mapu menjangkau harganya yang tak tergapai oleh kita. Terlalu mahal untuk barang tersebut jadi apa kalau ,sesuatu yang mustahil kita beli kita bisa mencurinya kalau barang itu benar-benar dapat kita pergunakan bagi kita dan bermanfaat bagi yang lainya.kalau itu kau anggap sebagai bahagia lakukan saja jangan ragu-ragu !!!

# u u_ koma #

Jumat, 27 Februari 2009

Konsumerisme

konsumtif


Skiziofrenik : adalah hasrat telah mengambil peran rasionalitas sebagai penggerak tindakan ,menciptakan masyarakat kapitalisme menuju kondisi katastropik, tercabik-cabik: sebuah kondisi yang skizofrenik. Skirizonfrenik adalah sebuah trilogy yang menggambarkan secara tepat kekuasaan hasrat masyarakat kapitalisme.kondisi skiziofrenik adalah di mana para konsumen /masyarakat merasa kebingungan setelah membeli produk tertentu.karena mereka membeli produk tidak didasari oleh sebuah pertimbangan yang kuat,sehingga manfaat dan kegunaanya dipertanyakan setelah membeli produk tersebut.

Memproduksi Konsumsi:

Membuat kebutuhan dengan membuatkan kebutuhan baru (kebutuhan-kebutuhan artifisial). Masyarakat dikonstruksiksn untuk mengelilingi diri mereka dengan barang-barang mewah , untuk memenuhi segala bentuk hasrat (prestise, status, simbolis), dengan hanya ditemani oleh benda-benda di sekelilingnya, individu dalam masyarakat sosial cenderung mengisolasi dirinya dalam masyarakat sosialnya.

Hedonisme : mementingkah kehidupan keduniawian yang penuh dengan kesenangan diri sendiri tidak peduli dengan lingkungan sekitar ,pada hal manusia adalah mahluk sosial mahluk yang tidak bisa hidup dengan atau tanpa manusia lainya , pada awal perkembangan masyarakat atau pun era evolusi manusia,manusia hidup dalam kelompok-kelompok, komunal dalam membentuk sebuah kebudayaan dalam mengaktualisasi diri dan untuk bertahan hidup.

Sikap yang dibangun oleh kapitalisme adalah fondasi sikap individualisme tak berjiwa. Maksudnya adalah sesuatu keyakinan yang gersang/kering tanpa adanya setetes embun pencerahan bagi manusia adalah keseimbangan itu sendiri.

manusia adalah mahluk pembelajar dan sang penahluk alam semesta bagi kelangsungan hidupnya,maupun generasi selanjutnya. Bersama-sama kelompoknya dalam menghadapi kejamnya keadaan alam. Dalam kehidupan modern sekarang ini kawan/teman manusia telah di gantikan oleh teknologi yang menjadika manusia sebagai hanya jadi mahluk individualistis saja bukan juga mahluk sosial yang membutuhkan manusia lain demi keberlangsungan hidupnya.

Konsumen : pemakai tidak melakukan produksi/budak produksi kapitalisme

kapital : pemodal ,adalah kemakmuran ( uang, properti, atau pekerja ) untuk dapat menciptakan lebih banyak lagi kemakmuran

Kapitalisme : “pertukaran barang atau jasa” dimana mereka yang memiliki kapital (modal) akan mampu dan dapat mengumpulkan modal lebih banyak lagi,dengan harga yang harus mereka harus bayar oleh mereka yang tak memiliki kapital (baca: rakyat miskin,dan kaum pekerja) 

[edwanov]