Tampilkan postingan dengan label komazine 18. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komazine 18. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2016

ODE POHON PETE


Jalan semakin panjang di tengah malam ketika pulang sang pejalan malam memang selalu saja pulang telat dari jadwal angkutan umum jadinya berjalanan menyelusuri tepi trotoar hingga ketemu anggkutan malam hari yang semakin jarang. Naik angkutan malam dengan ongkos dua kali lipat dengan suasana penuh curiga dengan penumpang kiri-kanan dan depen-belakang hmm.. sangat menegangkan penuh kewaspadaan.

Selalu saja malam membuat jalanan menuju rumah terasa semakin panjang. Tak begitu gelap untuk melewati jalan untuk pulang, melewati tempat tongkrongan yang nampak sepi tak seperti dulu semuanya telah berubah dimakan tuntutan hidup dan situasi semakin tak ramah untuk mereka para anak malam yang selalu saja dicibir orang tapi selalu saja dirindukan karena malam terlalu sepi tanpa kehadiran mereka di sudut bangunan dan pinggir jalan.

Sampai di sebuah mulut jalanan yang semakin sempit dan tata letak rumah nampak ada yang baru dengan penghuni lama yang pindah ke pinggir kota karena keadaaan ekonomi tak perpihak kepada mereka. Dan yang tak berubah adalah pohon pete yang tinggal tumbuh sendiri di tinggal mati oleh pohon asem di tetangga samping rumah karena tanah itu telah dibeli bersama rumah yang dulunya pemilik tanah sebagian kampung ini. Pohon pete tinggi dan rimbun dengan latar rumah tua nampak selalu kosong memang rumah itu kosong tak pernah di tempati sejak di bangun karena yang mempunyai adalah tuan tanah dan sudah beberapa kali pindah tangan tapi masih saja pohon pete dan rumah tua yang bobrok itu tetap saja berdiri menyambut para pejalan. Bagi yang bernyali kecil mungkin terlihat angker tapi karena suadah dari kecil jadi tak begitu menciutkan nyali mungkin para roh yang berdiam disana sudah kenal akrab satu kampung jangan saling mengganggu. Banyak cerita yang hanya pepesan kosong belaka kalau rumah dan pohon pete ada penunggunya hahaha masih saja di jaman yang terlalu canggih ini masih saja takut dengan mahluk goib pada hal kita juga seperti mahluk goib lewat dunia maya apa lagi yang eksis dengan sosmed hahaha kenalnya lewat chating dan foto tapi belum ketemu langsung ..eh di pasang avatar yang menarik jadinya lebih asyik ngobrol walau nggak tau siapa di ujung sana yang di ajak ngobrol hihihi. Sudahlah hari sudah pagi saatnya beristirahat dan masuk ke dalam dunia maya sebentar liat ada apa gerangan disana.

Edwanov Maret 2015

Dimuat komazine no.18 LIRIK

Selasa, 16 Agustus 2016

Di depan pintu gerbang saja (bingung)



Namanya temanya saya Muhammad tapi Dia bukanlah seorang Nabi. Setelah lulus SMA dan tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena biaya yang tak tergapai untuk mendaftarkan di menara gading itu. Tapi dia tak kalah dengan mahasiswa jurusan politik , dia adalah pengamat politik di warung kopi di belakang kampus dengan analisis pertentangan kelas yang di dapatnya dengan mengikuti organisasi sayap kiri yang berlandaskan pada saat itu sosdemkra. Walau pun di punya kesadaran kelas dia tak mau di sebut aktifis tapi lebih enak di sebut pemberontak , katanya “ sambil menyeruput kopi hitam”.

Ada pula pengamen bernama asli Wiski wah pasti Bapaknya gila miras nih. Dia tak mau lagi di sebut sebagai pengamen semenjak mengikuti kurpol organisasi , dia memilih di sebut sebagai lumpen proletariat yang katanya itu kelasnya hmm lebih keren dari pada di sebut ANJAL (anak jalanan). Anjal karena anjal sudah jadi brand imaj-nya Ali Topan yang sok menjadi anjal.

Muhammad dan Wiski dua orang dengan kesadaran kelas yang maju walau pun tak seberuntung Aku yang masih bisa melanjutkan ke menara gading.  Dan satu lagi di saat awal kuliah ketemu seorang mahasiswa yang cukup popular dan punya masa lalu keluarganya dengan partai terlarang walau pun itu dari garis keturunan Bapaknya tapi di menjadi seorang yang kritis dan berfilsafat, membuat orang yang berbincang-bincang denganya sampai lupa kalau waktu terkadang sudah hampir pagi. Tapi namanya sebut saja si A karena tak tau nama aslinya.

Kali ini Aku tidak menceritakan ketiga orang itu saat pertama Aku menginjak ke menara gading. Menjadi mahasiswa di tuntut untuk lulus empat tahun menjadi sarjana dan cepat kerja. Itulah impian idealnya tapi nyatanya setelah lulus dengan nilai yang lumayan  dan tak dapat pekerjaan dengan upah yang layak. Harus kerja kontrak kaya jaman kompeni kalau pada saat diskusi katanya ini adalah neokolonialisme , kita merdeka tapi kalau kata Soekarno baru cuma sampai di depan pintu gerbang waduh mana pintu gerbangnya banyak banget penjaganya, jadi suasah masuknya eeh yang di kasih masuk malahan orang asing yang siap untuk bersaing di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) asuu tenan bagaimana Aku bisa dapet kerja sudah kalah duluan mentalnya .. kalah sebelum bertarung karena masih dengan stigma mental inlander berengsek yang selalu saja di pupuk dan tumbuh subur sebagai mental kharakter bangsa Indonesia yang selalu saja menjadi budak di antara bangsa-bangsa walau kita mempaunyai sumber daya alam yang sangat kaya raya tapi cuman menjadi penontoh , yang benar menjadi penonton berarti sudah hidup berkecukupan bisa menonton.  Bukanya cuman menjadi pelengkap dari penindasan kapitalisme yang semakin kuat untuk mencengkram sebagai sebuah sistem yang ideal yang tak akan pernah bisa di gantikan. Tapi revolusi adalah mencipta menghancurkan sistem lama dan membangun sistem baru untuk masyarakat adil dan makmur!!

Aka mereka panggil namaku Januari 2016
di muat di komazine no.18 LIRIK

Sabtu, 13 Agustus 2016

Melirik Barbie


melirik barbie 

KEN: Hey
BER:    (….)
KEN: Hey kok diem aja !!
BER: Siapa Nih!!
KEN: Masa lupa gue kan Ken ..Barbie
BER: Hey juga , mau kenalan ya.. Ngak usah ngaku-ngaku Ken deh?
KEN: Aku kan Ken ..!! Ken Tut..  Beb. Nggak GUE  cuman mau tanya aja, status kamu palsu ya!!
BER: …hmm ?!!?
KEN: Rambut kamu sepertinya palsu ya..?
BER: Asli kok ini... sembarangan,Lirik dong.. Kepalaku saja yang palsu.
KEN: Kalau otaknya ??
BER: Otak pakai sistem Kapitalis Mas bro..
KEN: Oh..kalau gitu kita sama dong!!
BER: sama apanya???
KEN: sama-sama penindas. Aku sistem Feodal
BER: Ih kamu sisa feudal , pasti keturunan raja ya..
KEN: Ih kamu peramal yak, Kok tahu aja ..hihihi
BER: Aku kan pemilik Modal , kalau kamu tuan tanahnya (senyum2 sendiri)
KEN: Ehh, ngomong2 ..kalau Bulu matanya yang lentik badai itu, palsu juga dong!!
BER: Ini asli loh dari manusia , bukan sintetis Mas bro..!
KEN: Pasti dari buruh kamu paksa ya untuk copoton bulu matanya untuk membeli IPhone ya, sama perawatan biar mulus cantik ala kamu yaaa … babiii  eeh langsing kaya kucing kurus di papan.



Edwanov  Februari 2016
di muat komazine No.18 LIRIK

Kamis, 03 Maret 2016

sekali Lirik

“We so rarely find the thing, or the person who can heal even a part of us.
— JONATHAN CARROLL

Selain tumbuh dari bayi menjadi tua, makan serta minum, sosialisasi, bernapas, berkembang biak dan beradaptasi. Ciri makhluk hidup yang lainnya adalah, gengsian! Bisa jadi kan gengsi dong kata warkop.. masalah eksitensi lah biar kaya orang dong. Aduh gengsi tuh dia ngelirik Gue, kalau suka bilang jangan Gue di gantung perasaan nanti susah kalau korban PHP maunya lapor kemana, kalau orang hilang akibat masalah kekerasan Negara sama Kontras, Komnas HAM kalau gusuran bisa sama LBH minta bantuan hukum ganti rugi, eeh kalau korban persaaan mungkin bisa langsung dateng ke kantor partai NASGOR biar ngak kelaperan tapi perasaanya bisa di obati disitu bisa curcol atau lirik yang lainya banyak juga yang makan disana katanya menolak lapar , menuntut kenyang.

Kebanyakan melirik kiri, kanan jadinya komazine nomer 18 ngak dilirik untuk di kerjakan karena masalah teknis data di hardisk sempat tak terbaca mungkin dia lupa belajar membaca , menulis dan berhitung..

Nggak semua Orang punya waktu, Kalau memang waktu bisa memberi jawaban atau bahkan menyembuhkan kalau ada yang masih sakit atau masih belum ketemu jawabanya apa mjuga dia ngak ngeh pas di kasi tau jawabanya lagi bengong. Itu berarti, tidak semua orang punya waktu apa lagi untuk membaca .

Ya, sudah lirik ajah deh nanti komazine kalau males bacanya ..

Edwanov Maret 2016