Tampilkan postingan dengan label komazine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komazine. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2022

Hey, Jul !

 

komazine jul
komazine Jul ehh Nov

Hey,Jul !


Apa kabarnya jul? ini sudah November hmm.. kapan jumpa!!!

Jumat, 15 Oktober 2021

Jumat, 30 Oktober 2020

lost rainbow

 

lost rainbow

Nyatakan padaku perasaan itu , coba kau ulangi aku tersentak oleh getaran kimiawi di dalam tubuhmu menyentuh auraku.
cinta adalah reaksi kimiawi di dalam otak yang memberikan rasa bahagia dan adictif. 
begitu indah menapa ka endam rasa itu dalam hati sanuarimu . aku suka dirimu , ah.. kalau saja pada saat itu tak kau katan cinta dulua di depan patung yesus dan di saksikan foto lenin “ya…aku jawab oke.. ya , kenapa tidak aku juga punya rasa yang sama “
ketika cinta hadir mengapa semua menjadi penuh warna
gelisah menuggu pagi dan kemudia terlelap di dalam maligai nan indah “aku ingin selalu bersama mu 
“ I miss u … tak lama aku sms sebelum ku bertemu di alam mimpi.
ketika mentari menyingsing aku sudah dahulu terbangaun dan menggerakan badan dan begitu semanagatnya diriku enyambuat pagi dengan derap langkah lagu menitip mati….
sosialisme t’lah datang !!

Pagi begitu member semangat melihat para pedagang kaki lima yang tinggal dari beberapa blok rumahku , mereka sedang mempersiapkan gerobak-geobaknya yang penuh dengan dagangan berbagai macam ada pedagan bubur nasi , kacang hijau dan teman nya ketan hitam. 
penggalan derap langkah hari ini penuh dengan rasa bahagia yang adictif menerpa tubuh dan pikran ini yang sedang melayang terbawa senyum dirimu lewat foto di facebook mu, bibir merahmu membuatku penuh dengan romantic revolusioner . 
Menggebu-gebu untuk berlanjut pada kehidupan yang lebih adil bagi semua.

Bulan sepember yang mekar di bulan agustus 
oh, dipenuhi api semangatmu di dalam jiwaku ku resapi merasuki darah ini mendesir melihat begitu 
kejamnya kaum pemilik modal yang mengekploitasi buruh .
yang dicuri nilai kerjanya.
merah mengelora darah ini
seluruh tubuh 
dirimu penuh dengan letupan revolusi yang
begitu romantic 
kau adalah benih-benih bunga yang tumbuh pada saat masa revolusi
kata-katamu seperti percikan api 
aapi membuat darah aku bergelora di samudra
saat bahu kiriku tersentuh tubuhmu menyentuh dadaku
jantungku berdegub begitu keras berlari mengejar sosialisme
tubuh ini rasanya tak begerak…
gerakan ku tiba-tiba terhenti 
ah kau cinta meneyetrum ku
ayunan langkahku penuh dengan iringan lagu internasionale

Bukan-bukan hujan yang selalu di temani. Teman setianya pelangi pada saat setelah hujan yang telah reda.
tapi mana ada pelangi di hari-hari ini yang menemani hujan yang telah reda tanpa pelangi
semuanya hilang … terkubur beton-beton dan kilauan kaca-kaca yang menyilaukan lengkap sudah tercium aroma knalpot kendaraan bermesin yang menyesakana dadaku 
hujan datang dan terbitlah kemacetan , jalan-jalan di genangi air . 
Saling serobot dan mesin-mesin pun mati di genangi air masuk melalui celah-celah kecil.

Hai, laki-laki yang arogan dan diselubungi kebimbangan, apaka kau bimbang tertendang Pak Bambang. Laki-laki angkuh nan bimbang itu kepalanya di tumbuhi dengan pohon beringin dan tepat di ujung ranting gagak hinggap dan berlindung di antara kerimbunan pepohonan yang sudah beruarat akar sampai kedasar tanan sampai-sampai lelakai angku penuh kebimbaganagn tak bisa bejalan, baik maju maupun mudur . lelaki angkuh dan penuh kehati-hatian sebab ia adalah seorag peragu yang ingin nampak perfecsionis dan ingin di angap seorang idola tetapi lelaki itu sebenarnya sangat berbahaya sekali di dalam negeri ini . Akar-akarnya menghisap seluruh isi perut bumi demi menyuburkan dan merindangkan daun-daun untuk para binatang-binatang yang berteduh di bawah pohon beringin yang tumbuh di atas kepalanya lelaki angkuh dan peragu. 

edwanov _komazine smile

Jumat, 02 Oktober 2020

INFUS 2020

 


infus

 

September 2019 setahun yang telah berlalu zine 19

kembali lahir dari rutinitas hidup yang semakin

memuakan di dalam sistem yang busuk ini.

ketemu september kebetulan tapi bukan di rencanakan

dan rencana terbit akhir September 2020 ke- 20 waaah angka...

kembar semoga dapet dobel bonus ya huahuahaha.

september komazine kembali tertidur dalam koma antara hidup dan mati

selamat menikmati zine yang ke 20 kali terbit tak rutin sperti jadwal makan

kamu, karena menulis itu membosakan lebih enak menonton youtube...

selamat menikmati kebosanan dan menulis sambil membungkus dalam sebuah zine

yang ke-20 kalinya tapi akhirnya selesai awal Oktober moga-moga menghibur di waktu yang terlalu sibuk dengan sosial media.

selamat membaca dan jangan bangunkan aku di akhir september ini mau tidur lagi.

 

Editor 2020 komazine

Senin, 05 Maret 2018

4 Cara Menghindari HOAX !!!

Sederhana itu hoax, hoax itu tak sederhana begitu saja !!!
hoax_komazine-edwanov artwork

    
    "Semua berita adalah kebohongan dan semua propaganda disamarkan sebagai berita."
                                                                                                                                        - Willi Münzenberg

Berita itu Bullshit banget zaman sekarang yang makin mudah mengakses berta. Bullshit adalah bull: banteng shit:duduk kata mbah saya yang umurnya hampir 1000 tahun, jadi kesimpulanya banteng duduk itu orang yang suka berbohong... haha hoax nih. Hoax adalah kebohongan atau omong kosong yang di buat seolah-olah itu berita yang berlandaskan dengan fakta. Wabah hoax ..omong kososng yang di bungkus seperti berita berdasarkan fakta yang objektif menyebar tak bisa di tangkal sebab “kebohongan yang di ulang secara terus menerus,adalah kebenaran di masyarakat”.
Ho ho hoax menjadi makanan sehari-hari di era digital teknologi yang semakin deras menyerbu berebut untuk membentuk sebuah opini, bukannya mau anti kemajuan teknolgi akan tetapi bagaimana kita menfilter berita itu hoax atau bukan, hhm ada bebrapa startegi untuk menyaringnya. Monggo patut disimak buat yang berkenan membacanya.

Jangan mudah ketipu

Tak mudah tertipu dengan hal-hal yang nampak sederhana, ada banyak studi menunjukan, ternyata eh.. ternyata sangat mudah dalam berkelit menyemyembunyikan kebohongan dalam sebuah cover kredibilitas. Hoax sangat jelas terlihat dan terdengar dengan meyakinkan dengan kelancaran kognitif yaitu mengformulasikan sebuah ide yang mudah di cerna oleh persepsi kebanyakan orang.
Seperti sering kita lihat dengan tampilan head line berita dengan fornt yang mudah dibaca, kebanyak kita cenderung lebih percaya dengan seorang yang terasa akrab dan familiar ( seperi yang kerap muncul di media televisi) walau pun mereka tak berkompeten tak ahli lah maksunya dengan apa yang mereka katakan. Mulai dari sekarang cobalah pertanyakan dari siapa sumber informasi itu berasal. Lihat dan cermati apa yang sebenarnya di balik maksud dan tujuan yang mereka ingin capai dari sebuah presentasi yang ciamik menghipnotis audiens.

Mengenali gambar rekayasa

Visual yang menarik atau tampilan gambar yang  bisa meningkatkan kognitif suatu berita. Kini sangatlah mudah dengan berbagai macam sofwear edit photo dengan mudah merekayasanya untuk tujuan manipulasi dan tipu muslihat dengan ingatan kamu dengan sejarah.
Halaman berita Slate pernah membuat eksperimen: menunjukkan gambar beberapa peristiwa politik. Yang sebagiannya palsu. Ketika para pembaca ditanya setelah melihat gambar itu, hampir separo dari mereka menyatakan mengingat peristiwa palsu tersebut benar-benar terjadi. Ini merupakan salah satu metoda sugesti halus yang bisa memberikan kredibilitas atas suatu kebohongan. Agar tidak terbohongi, berupayalah mencari beragam sumber informasi dan jangan hanya mengandalkan bukti yang ada di depan mata.
Rendah hati
Kebanyakan orang yang gampang percaya hoax adalah cenderung arogan.. sotoy, yakin lebih tau. Malah hal ini menjadi negatif dengan mudahnya akses informasi di dalam gengaman dengan koneksi internet. Jadi , orang yang seperti inilah yang kurang kritis terhadap informasi dengan miskinnya budaya literasi yang ada minat eksistensi dengan berkomentar yang tak jelas dan selalu menolak asumsi yang tak sejalan dengan asumsinya yang ia anggap benar dan absolud bagi dirinya.
Jangan seperti katak dalam tempurung
Polarisasi dalam berkelompok , orang secara ilmiah akan berkumpul dengan orang yang berpandangan yang sama dengan dirinya. Baik secara virtual dunia maya maupun secara langsung dalam lingkungan fisik. Dengan pola ini akan menbuat kencenderungan pembenaran menurut persepsi yang sama. Cobalah berbicara dengan orang yang berpandangan yang berbeda dari kamu, iya ente bro.. dan coba deh baca berita dari sumber yang bukan dari kamu yang biasa baca. Mempertanyakan fakta bukan hanya di lahap begitu saja dalam memakan sebuah informasi. Jadilah orang kepo yang selalu ingin tahu dimana sumber berita apa maksud dan terselubung di balik berita.
Dengan Kamu kepo menurut seorang psikologi Tom Stafford. Kamu bisa memanfaatkan keingana tahuan untuk menjadi lebih paham. Maslahnya faktor pendidikan tidak banyak berperan dalam mencegah cara berpikir terpolarisasi, orang yang cenderung rasa keingnantahuan besar pastinya akan mepertimbangkan bukti saintifik secara lebih adil.
Membaca dan menyebarkan sebuah berita itu tak sederhana itu. Dengan membanjirnya informasi di sekitar kita, sebaiknya membaca secara sekilas lalu memakai emosi tanpa mempertimbangkan sumber berita dan fakta secara berimbang. Kamu akan mudah tertipu daya dan turut meperpanjang HOAX karena membaca informasi itu bukan semudah hoax-cim seperti orang bersin.
Edwanov #komazine

Jumat, 01 September 2017

Holla ..hallo

komazine holla

Salam dan bahagia

Sampah menumpuk dalam jiwa dan raga.  yeah di dalam benak mu benuh khayalan semata yang menjadi sampah .. tak pernah mencoba melaksanakan . Selalu berpikir kalah sebelum bertaraung menghadapinya. Rindu Mu cuman angan-angan yang tak kesampaian memeluk gunung.

Terlalu lama berdiam di langit mengawam-awam bersayap penuh duka. lupa akan daratan bumi yang bepijak pada kenyataan yang pahit. kepahitan adalah obat bersyukur menikmati hasil dari proses perjuangan hidup.

Hidup Mu semakin kedalam kematian penuh hasrat memiliki ..Cinta tak seharusnya meiliki. konsumtif semata lapar haus akan eksitensi dan prestise menjauh dari sejatinya proletariat yang semakin tak mengenal kelas sebagai penggerak roda produksi dan pengerak dari kebudayaan masyarakat yang terhalusinasi oleh tabir mistik kapitalisme yang gemerlap dan terlalu mepesona dengan topeng-topeng imaji kepalsuan. Ingin naik kelas atas tapi lupa diri bahwa hampir seluruh umat manusia adalah pekerja bukanya pemilik modal.

edwanov

Kamis, 18 Agustus 2016

Jalan Kimia

jalan kimia 2006-2016

Menatap langit di pinggir kali Ciliwung diantara bekas pemukiman pinggiran kali di Jalan Kimia, Menteng. Tempat ini pinggir kali merupakan rumah kedua bagi Koma (KOmunitas warung eMAk) komunitas diskusi warung emak di pinggir jalan Kimia, karena deretan warung disini di sebut Warung Emak. Komunitas yang ikut membidani komunitas lainya seperti KPK (Komunitas Pinggir Kali), TBK (Taman Bacaan Kimia),  akhirnya dengan semangat yang baru menjadi KBBT (Komunitas Baca-Baca di Taman). Dan komunitas lainya yang pernah singah dan terbentuk disana.

Di jalan ini dan pinggiran kali merupakan tempat yang membuat nyaman apa lagi saat itu masih banyak pohon yang rindang sehingga siang hari yang terik penuh penat dan macetnya Jalan Diponogoro, tempat ini adalah sebuah ruang untuk melepaskan kepenatan dan bertukar ide dari hal-hal yang konyol sampai yang serius, yap’s.. Jalan Kimia menjadi tempat yang banyak merekam kenangan yang terlalu manis untuk dilupakan dalam hidup.
jalan kimia 2016

Penggusuran memang datang dan pergi dari Jalan Kimia yang berderet warung emak dan pemukiman pinggir kali dan menjelang senja, bemo pun menyinggahi tepi jalan sebab disanalah singgasana mereka. Walau kendaraan warisan GANEFO itu sudah dianggap usang oleh arus modernitas, tapi bemo masih memiliki pasarnya yang tak habis dimakan zaman.
jalan kimia bemo 2014

pinggir kali 2014

Kimia kali ini memang benar-benar habis di bersihkan tak seperti penggusuran yang lalu hanya temporer, hari ini di gusur besok bangun lagi. Pinggiran kali ini di akan di bangun taman dan pedagang dan pemukiman yang sejak era kemerdekaan ini. Menjadi saksi perubahan politik Indonesia yang sudah berumur 71 tahun MERDEKA.. dari peristiwa Cikini, GESTAPU 65, 27 Juli 1996, Reformasi 98 dan banyak lagi peristiwa lainya yang tak tertulis disini.

Jalan Kimia ada di sebelah kiri Jalan Diponogoro dan sebelah kanan Jalan Mendut. Perbatasan Kelurahan Menteng dan Senen di belah oleh aliran Kali Ciliwung. Menurut para Ibu-Ibu di sana yang sudah beranak cucu di tempat ini dahulu jalan ini namanya Gang Kucing karena dahulunya banyak kucing tak tahu pasti kapan tahun dan tanggalnya. Lalu berubah lagi menjadi Jalan Sibiset dan ini adalah pergantian yang ketiga kalinya dan bernama Jalan Kimia hingga kini.

Mungkin penduduk di pinggiran kali di jalan kimia ini seperti bajing yang selalu saja lewat diantara kabel di jalan ini diantara pepohonan yang tersisa. Bajing “naik turun pohon kelapa mencari penghidupan” kata Multatuli. Bajing  bergerak naik atau turun ke kiri dan kekanan. Bajing ada di tempatnya seperti nenek moyangnya dulu sebelum Menteng berubah menjadi perumahan elit. Bajing tak bertransmigrasi seperti burung karena ia tak punya sayap tapi bisa melayang walau tak bisa terbang layaknya burung.


Para penduduk yang semakin kecil tinggal bertahan di jalan kimia sekarang bertahan di pekarangan bekas kedutaan Polandia yang kosong. Gundah dengan ketidak pastian melanjutkan hidup berjualan melayani para pelanggan karyawan yang tak cukup membeli makan di restoran dan nongkrong di café yang menjamur di kawasan itu. Makan di pinggiran gajihnya hanya cukup buat makan disana. Desas-desus kalau tak boleh lagi tinggal dan menaruh gerobak dan berdagang disana ..hmm mungkin juga penduduk kimia seperti bajing yang bisa bertahan diantara perubahan zaman.


Edwanov Agustus 2016

Selasa, 16 Agustus 2016

Di depan pintu gerbang saja (bingung)



Namanya temanya saya Muhammad tapi Dia bukanlah seorang Nabi. Setelah lulus SMA dan tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena biaya yang tak tergapai untuk mendaftarkan di menara gading itu. Tapi dia tak kalah dengan mahasiswa jurusan politik , dia adalah pengamat politik di warung kopi di belakang kampus dengan analisis pertentangan kelas yang di dapatnya dengan mengikuti organisasi sayap kiri yang berlandaskan pada saat itu sosdemkra. Walau pun di punya kesadaran kelas dia tak mau di sebut aktifis tapi lebih enak di sebut pemberontak , katanya “ sambil menyeruput kopi hitam”.

Ada pula pengamen bernama asli Wiski wah pasti Bapaknya gila miras nih. Dia tak mau lagi di sebut sebagai pengamen semenjak mengikuti kurpol organisasi , dia memilih di sebut sebagai lumpen proletariat yang katanya itu kelasnya hmm lebih keren dari pada di sebut ANJAL (anak jalanan). Anjal karena anjal sudah jadi brand imaj-nya Ali Topan yang sok menjadi anjal.

Muhammad dan Wiski dua orang dengan kesadaran kelas yang maju walau pun tak seberuntung Aku yang masih bisa melanjutkan ke menara gading.  Dan satu lagi di saat awal kuliah ketemu seorang mahasiswa yang cukup popular dan punya masa lalu keluarganya dengan partai terlarang walau pun itu dari garis keturunan Bapaknya tapi di menjadi seorang yang kritis dan berfilsafat, membuat orang yang berbincang-bincang denganya sampai lupa kalau waktu terkadang sudah hampir pagi. Tapi namanya sebut saja si A karena tak tau nama aslinya.

Kali ini Aku tidak menceritakan ketiga orang itu saat pertama Aku menginjak ke menara gading. Menjadi mahasiswa di tuntut untuk lulus empat tahun menjadi sarjana dan cepat kerja. Itulah impian idealnya tapi nyatanya setelah lulus dengan nilai yang lumayan  dan tak dapat pekerjaan dengan upah yang layak. Harus kerja kontrak kaya jaman kompeni kalau pada saat diskusi katanya ini adalah neokolonialisme , kita merdeka tapi kalau kata Soekarno baru cuma sampai di depan pintu gerbang waduh mana pintu gerbangnya banyak banget penjaganya, jadi suasah masuknya eeh yang di kasih masuk malahan orang asing yang siap untuk bersaing di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) asuu tenan bagaimana Aku bisa dapet kerja sudah kalah duluan mentalnya .. kalah sebelum bertarung karena masih dengan stigma mental inlander berengsek yang selalu saja di pupuk dan tumbuh subur sebagai mental kharakter bangsa Indonesia yang selalu saja menjadi budak di antara bangsa-bangsa walau kita mempaunyai sumber daya alam yang sangat kaya raya tapi cuman menjadi penontoh , yang benar menjadi penonton berarti sudah hidup berkecukupan bisa menonton.  Bukanya cuman menjadi pelengkap dari penindasan kapitalisme yang semakin kuat untuk mencengkram sebagai sebuah sistem yang ideal yang tak akan pernah bisa di gantikan. Tapi revolusi adalah mencipta menghancurkan sistem lama dan membangun sistem baru untuk masyarakat adil dan makmur!!

Aka mereka panggil namaku Januari 2016
di muat di komazine no.18 LIRIK

Sabtu, 13 Agustus 2016

Ada Apa Dengan Buku

komazine 18 Lirik

Pada suatu hari di hari terakhir UAS pas Gue lewat kampus eeh tiba-tiba pengen masuk ke dalam perpustakaan kampus mau cari buku siapa tau bisa nambah pengetahuan sekalian bisa lirik yang jaga perpus yang cantiknya alami gaya perempuan Indonesia banget …Setelah gue dapet buku, dan cari tempat untuk memebaca ehh kebetulan ada tempat duduk kosong di sebelah seorang cewek yang lumayan cantik walau pun cantiknya menjadi tak terlalu buat terperana melihatnya, karena cantiknya menjadi standar  karena ia bergaya menganut apa yang kapitalisme yang standarisasikan cantik itu bla.. bla.. . Di sebelah cewek cantik itu adalah bangku kosong satu-satunya karena yang lain penuh maklum lagi ujian jadinya pada ngebut baca buku biar pintar instan bro.. Karena di perpus ngak boleh berisik, Gue bertanya lirih ke Dia, “Mbak, saya boleh duduk disini?
Eh.. tau-taunya dia jawab keras banget.. “elo mau duduk disebelah Gue supaya bisa ngajak Gue tidur ntar malem..!! Gak sopan banget sih loe..!!” Haduh.. seluruh orang yang di perpus pada ngeliatin Gue dengan pandangan jijijk..

Males ribut di perpus, Gue ngak jadi duduk, gue balik lagi ke rak buku. Eh ternyata tuh cewek nyusul ke Gue, terus berbisik.. “Mas,Saya mahasiswa psikologi, saya suka mengamati bagaimana reaksi cowok ganteng terhadap penolakan dan di permalukan.. maaf yaa, kalau bikin kaget..” dengan senyum manisnya ia agak sedikit menyesal.
Gue jawab aja dengan suara keras,,”hah lima juta..?? Mahal ahmad Eh banget.. temen-temen bilang tarif Loe cuman sertus ribu full time lagi..?? “ satu perpus pada ngakak sambil lempar-lempar kertas, buku, botol plastik ke dia.. sementara di cuman bengong..
Terus gue bisikin ke dia.. “ Mbak, Saya mahasiswa akuntansi, saya selalu membuat kondisi balance.. maaf ya kalau bikin kaget.. tapi tambah cantik loh.. serius”
Dan akhirnya berlanjut sambil tukeran handphone karena tukeran nomer atau pin sudah terlalu mainstream.

Dijahit oleh UU
di muat komazine no.18 #LIRIK

Kamis, 28 Mei 2015

Kebangkitan atau Kematian ( KOMA)

Kebangkitan Nasional 107 tahun kemudian

Memang sejak 17 Agustus 1945 kita sebagai bangsa yang sudah …Merdeka dari kolonialisme. Dan juga sudah 107 tahun yang lalu bangkit sebagai bangkitnya rasa nasionalisme bangsa yang sama terjajahnya senasip dan sepenanggungan di bawah sistem imperialisme yang menghisap sumber daya alam dan penindasan manusia atas manusia serta bangsa antar bangsa.

Kebangkitan Nasional 107 tahun yang lalu, apa hanya menjadi sebuah penanda kematian di bidang pendidikan yang semakin menjauh dari sebuah pembebasan untuk membebaskan penindasan, kebodohan, dan kemiskinan. Dan pendidikan Indonesia saat ini adalah pemenuhan kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan tenaga kerja yang siap untuk tidak kreatif, kritis dan mau untuk kerja lembur, deadline dan siap kerja kontrak tanpa jaminan masa depan sebagai tenaga produktif buruh tak mempunyai hak untuk mendapatkan hidup layak saja apa lagi hidup sejahtera. Apa lagi untuk bersosialisai dalam hidupnya makanya ada selogan buruh jomblo karena sistem kerja yang tak adil begitu memakan waktu luang mereka untuk memenuhi target produksi. Dengan persaingan dan tenaga kerja yang banyak dan murah menghasilkan kompetisi yang menguntungkan pemilik modal (kapital) .

Cepat lulus sekolah : SMA, kuliah dan terus bekerja mengadu nasib dengan sebuah ijasah yang baru-baru ini banyak di temukan ijasah aspal. Hmm, Kenapa aspal yap’s.. asli tapi palsu tak perlu usaha   bersekolah yang menghabiskan waktu, cuma bayar dari sebuah lembaga pendidikan yang resmi maka bim sala bim abra kadabra.. munculah ijasah yang menujang untuk mendapatkan pekerjaan dan ada juga yang memenfaatkanya untuk naik posisi yang lebih baik begitu pula upah yang di dapatkanya.

Bekerja demi memperpanjang hidup, kalau tak bekerja kita tak selamanya bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah saja kebutuhan pokoknya selain makan dan minum, bersosialisasi dan kebutuhan baru seperti pakaian baru, pulsa dan gawai terbaru untuk dianggap seperti manusia lainya.

“Jika waktu adalah uang maka kecepatan adalah sebuah kekuasaan”. Paul Virilio, 2000. hmm.. generasi instan siap saji dalam kebutuhan pasar akan tenaga kerja murah dan terus di eksploitasi tenaga kerjanya. Lahirnya dari sebuah system yang tak adil yaitu kapitalisme berhasil menciptakan sebuah generasi instan dimana sistem pendidikan mencetak generasi muda yang produktif: Kritisisme dan kreatifitas yang dibonsai habis untuk kepentingan pemilik modal dan tentu saja untuk keabadian sebuah sistem kapitalisme itu sendiri.

@edwanovmikel  Mei 2015

Senin, 25 Mei 2015

PKI dan nama Indonesia

Tanggal 23 Mei, 95 tahun yang lalu sebuah organisasi politik di jaman penjajahan yang pertama kali memakai nama Indonesia. Organisasi politik yang pertama memakai nama Indonesia pada tahun 1920,  PKI setelah kongres di Semarang resmi memakai Partai Komunis Hindia dan tujuh bulan kemudian merubahnya menjadi Indonesia menurut mereka lebih menegaskan prinsip perjuangan organisasi politik dengan menggunakan nama Indonesia.

Namun ada versi lain yang mengatakan bahwa baru pada bulan juni 1924, melalui sebuah kongres di Weltevreden, Partai Komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Oleh sebab itu Belanda mencap kata Indonesia sebagai kata komunis. Untuk mencegah penyebarluasnya dalam gerakan pembebasan Indonesia.

PKI (Partai Komunis Indonesia) hubunganya tak sebatas kaum elite saja, meski mayoritas anggotanya yang secara sosial, ekonomi dan psikologis berada di kelas menengah: antara masyarakat tradisional dan modern. Ia juga memperluas keanggotaannya ke berbagai kalangan: pedagang, agamawan otodoks, kaum ningrat bawah, dan petani kaya, di luar Jawa atau bahkan tempat-tempat yang dikenal berada di luar pendukung komunis. Perlahan PKI menjadi besar karena mampu merefleksikan karakteristik pergerakan, yang menjembatani jarak antara konsep tradisional dan modern. Pada 1924 PKI memiliki 1.000 anggota.

Ketika PKI lahir, dunia tengah diselimuti imperialism. Namun sudah ada Kelas buruh dan terbentuk serikat-serikat buruh. Begitu pula sudah terjadi Revolusi Sosialis di Rusia pada Oktober 1971. “PKI adalah anak zaman yang lahir pada waktunya.” Membebaskan dari belenggu imperialisme, yang mencita-citakan masyarakat tanpa kelas.

Walau katanya PKI tak sempat tua ternyata sudah emapat puluh lima tahun dan di berangus oleh musuh ideologinya yaitu kapitalisme dengan menggunakan tangan militer dan yang paling dominan adalah perannya angkatan darat. Mereka melakukan adu domba di kalangan masayarakat bawah dengan menggunkan milisi sipi untuk melakukan pembataian terhadap para anggota simpatisan PKI dan para pendukung Seoekarno. Dan banyak juga yang di penjarakan tanpa peradilan dan di tetapkan tap MPRS no.25, tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan penyebaran paham Komunisme serta ajaran Marxisme dan Leninisme. Undang-undang yang diskriminasi yang di tanggung oleh anak cucu yang kebetulan menjadi anggota serta simpatisan dan bahkan yang di PKI-an oleh rezim karena melawan pemerintahan rezim militeristik orde baru.

 Editor komazine





Senin, 20 April 2015

Satu Mei 2015

MAY DAY... mayday
komazine mayday 2015

Jum'at 1 mei 2015
titik kumpul 9:10 jl.kimia 10:35 wib start megaria jl.Diponogoro, menteng jak-pus
10:00
menuju HI - MONAS- taman menteng

Mayday…
Mayday..

Hey hoo let’s go..

Selamat datang bulan Mei..
Buruh tetap tak terlelap hingga subuh penuh peluh diam meredam kata-kata. Petani tetap pergi menjemput rejeki kala fajar pagi menjemput walau badan terasa letih sisa kerja keras kemarin. Tetap akan ada jutaan anak sekolah jalan kaki bermil-mil dari rumah, meretas mimpi dengan gelisah setelah lulus masih adakan lowongan pekerjaan ketika banyak pekerja asing datang dan hanya menjadi penonton saja , negara tetap saja di kuasai para bandit dan cukong menumpuk modal demi sejahtera mereka sendiri ..merdeka mereka

~komazine

SELAMAT HARI BURUH INTERNASIONALE 1 MAY 2015
&
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MAY 2015

Tim kolektif media koma

089603556591

KOMAZINE - k o m a
P NasGor ( party NasiGoreng )
penatap langit
KBBT (komunitas baca-baca di taman)

Sabtu, 27 September 2014

Selayang Pandang-Pandangan




Mungkin zine ini Cuma seekor kunang-kunang yang mencoba memberi cahaya di kegelapan, saat sudah banyak cahaya kuang-kunang pun pergi ketempat yang tanpa cahaya, bukanya seperti laron-laron yang mencari cahaya yang gemerlap dan berkeumun mengelilinginya.

Komazine saat ini sudah 15 kali terbit di awal tahun 2014 penuh dengan sebuah semangat, harapan yang masih tetap terjaga. Komazine banyak juga yang masih bertanya? Tandanya mau tahu, apa! mau tau banget ? Kepo deh hahaha. Koma adalah  antara kematian dan kehidupan di dalam kehidupan kapitalisme yang begitu kuat membelengu kehidupan dan pikiran kita sehari-hari mungkin sebagian orang yang beranggapan kapitalisme adalah sistem yang ideal tak tergantikan hahaha halusinasi ketidak sadaran akan kelasnya. Koma melawan karena ketidak sadaran, kalau komazine adalah sebuah zine saja yap, zine suatu majalah kecil amatiran mempunyai wujud cetak dengan mesin foto copyan yang melawan sebuah dominasi magazine yang komersil dan penuh dengan keglamoran untuk mengakumulasi modal dan akhirnya Cuma menjadi alat penindasan bagi para buruh yang bekerja di sana. 




Mungkin banyak juga yang mengusung nama koma tapi koma tetaplah koma sebagai kata penghubung sebuah jeda dalam membaca atau pun koma dalam artian medis menurut wikipedia adalah tak tersadarkan. Koma (dari Bahasa Yunani yang berarti "tidur nyenyak") dalam dunia kedokteran, adalah suatu kondisi hilang sadar yang sangat dalam. Pasien koma tidak dapat dibangunkan, tidak memberikan respons normal terhadap rasa sakit atau rangsangan cahaya, tidak memiliki siklus tidur-bangun, dan tidak dapat melakukan tindakan sukarela. Koma dapat timbul karena berbagai kondisi, termasuk keracunan, keabnormalan metabolik, penyakit sistem saraf pusat, serta luka neorologis akut seperti stroke dan hipoksia, gegar otak karena kecelakaan berat terkena kepala dan terjadi pendarahaan di dalam tempurung kepala. Koma juga dapat secara sengaja ditimbulkan oleh agen farmasentika untuk mempertahankan fungsi otak setelah timbulnya trauma otak lain.






Kata koma di balik menjadi amok, amuk mengamuklah lepaskan emosi heehee, komazine di lahirkan sekitar tahun 2008 di daerah Menteng Jakarta Pusat hmm Koma pada awalnya sebuah tongkrongan komunitas dan mempunyai sebuah media komuntas pertamanya cuman selebaran yang di tempel di kampus-kampus atau di pinggir jalanan sekitaran 2007 dan isinya sebuah kegelisahan masalah sosial masyarakat, dan terlahir edisi pertama dan masih pada saat ini juga Cuma terbit sekali saja, news letter 4 halaman berjudul sebelum titik dan Cuma-Cuma seperti udara alias gratis.

Komazine siapa sih manusianya kalau boleh dijawab yap bergonta-ganti personilnya udah kaya band saja tapi saat ini masih mencoba menyapa dengan kembali menerbitkan zine yang mungkin tak layak juga untuk di walau pun dengan sebelah mata apa lagi di baca, isinya hanya bualan yang terlampau memuakkan kadang katanya membuat kangen pembacanya penasaran dengan apa yang berikutnya sesuatu yang tak layak lagi untuk dibaca maaf “haaa.. siim sedikit flu di musim hujan, bro..”. Bagi yang mempunyai pandangan yang berwarna hampir mirip atau sama seperti kami bolehlah kita berkenalan tak usah PHP-an nanti malah galau-galauan lagi, kalau cinta bilang saja terus terang seperti lampu terus terang terus oi... kapan kita jalan bareng menjahit tulisan dan melahirkan dalam bentuk zine ..hmm .


Koma kolektif, dalam koma hahaha tak sadar bahwa selama ini kita tertindas oleh kelas yang berkuasa atas kepemilikan modal, hidup ini memang tersa koma hambar mati ogah hidup tak mau hidup seperti hidup ini hambar, koma memberikan sedikit garam agar tak terlampau hambar membuat hidup ini hiduplah itu maunya kalau mau mati kordinasi dulu soalnya biatya pemakaman mahal sama seperti biaya hidup di bawah belengu kapitalisme ini .

Kata orang-orang katanya juga sih tak kenal maka tak sayang, sudah sayang-sayangan malah cela-celaan akhirnya berseteru hahaha. Mungkin sekilas pejalan zine ini Cuma bualan saja tak usah di pikirkan namanya juga zine yang koma udah mau mati mungkin kalau hidup juga suram namanya juga koma banyak juga yang mengharapkan titik. Sebuah titik jenuh dengan kesabaran kalau koma maunya amok ..mengamuk, yeah berdansa dengan kemarahan.

Ya, sudah selayang pandang-pandangan yang membuat kalian atau anda tak bisa menjatuhkan pilihan untuk membaca komazine sebab zine ini membuat perut anda mual bila membacanya terkena diare bahkan kematian bila anda memang sudah saatnya di jemput ajalnya hahahahaha.

Edwanov Jakarta  saat malaikat senja tersenyum cuaca mendung di bulan November 2013 dengan sedikit back sound. Rumah Sakit~bernyanyi menunggu, terus.. Bunga Hitam~setara, hmm..
KOMAZINE NO.15 AMOK JANUARI 2014