Tampilkan postingan dengan label you can't dance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label you can't dance. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2015

m i n i m

Minim
dance gambar : daretoevolve.tv

Minimalis : minimal ..efisien dan ekonomis, simple dan praktis
minin sesutu hal yang tak maksimal ukuran terkecil dalam menciptakan hal yang maxsimal total menjadi sebuah kesempurnaan.

minimalis Dia adalah  yang serba terbatas dan praktis di katakan para kaum postmodern merupakan sebuah padangan menghadap gelombang resesi ekonomi global di tengah krisis yang membuat kapitalisme di tengah sekarat. Ketika neo-liberalisasi  gagal  menyelamatkan kapitalisme dari krisis
yang di sebabkan  oleh system  produksi yang over tak dapat di serap oleh konsumen dan pendapat untuk pemenuhanan kebutuhan hidup.

Inflasi ekonomi adaptasi menjadi sesuatu yang minimalis . Menari di atas kehidupan yang minim seperti upskrit yang semakin minim semakin seksi dan menarik perhatian tapi tidak terlalu seronok yang   penuh estetika semata bukanya fetis.

 minimalis mengupayakan efektifitas dalam menghadapi krisis dari kapitalis yang sekarat.
Mini  itu adalah bentuk yang paling sederhana dan ekonomis tetapi tak menyampingkan estetika.
Keadaan kaum minimalis yang sanagat minim akan sebuah namanya sejahtera untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan serta rumah yang sehat dan layak. Tekyan dan lumpen proletar mengisyaratkan sebuah hidup yang minim dalam memenuhi kehidupan primer.

Minim di dalam hidup di era kapitalisme yang sekarat, di atas sebuah petak kecil di tempat yang  tak bertuan lahan sengketa atau pinggir kali di bawah-bawah jembatan. Minimnya tindakan pemerintahan dalam mensejahterakan tapi malah memusnahkan kaum urban dari perkotaan dengan operasi  yusdisial  yang di lakukan oleh apparatus Negara sebagai alat penindasan terhadap rakyatnya sendiri yang semakin menjadi kaum minim  yang  tak berpunya untuk menuntut hak sebagai warga Negara yang di akui ketika menjelang pemilu.

Minimalis keterbatasan di dalam sistem kapitalisme yang menatap kematiannya yang abadi. Minimalkan sebuah keterbatasan yang berujung kepada kemaximalisasi perlawanan.

“Tari adalah lagu dari tubuh. Salah satu dari sukacita atau rasa sakit.”
~ Martha Graham


~ revo
komazine #11|you can't dance|agustus 2012

Sabtu, 21 Desember 2013

Dance



Ketika ku panggil damai
Kau buat rusuh
Ketika aku membakar emosi
Kau malah cool
Ketika kau mengejar
Aku malah malas berajak dari sini
Ketika rindu itu datang
Aku malah menghilang
Saat sakit itu datang
Kau malah mengajak untuk menari


~ Edwanov juli 2012
komazine_you can't dance

Kamis, 01 Agustus 2013

Celoteh

 
celoteh_komazine#11_ilustrasi uu
Kim       :Hewan……hewan apa yang bodoh????????????????????
Awi      :??????????????  Pasti Kerbau
Kim       :SALAH….H..H..H..H..H..
Awi      :Apa DONK !!!!!!!!!
             Kerbau itukan PEMALAS…….!!!!  TUKANG TIDUR,,,,,,,,,,,,,
        KALO MAKAN MAUNYA BANYAK LAGI
Kim       :Yang benar, jawabanya Sapi
Awi      :SAPI???!!!!!!....lah...kok bisa????
             Sapi itukan rajin dan patuh ??
Kim       :Nah itulah bodohnya si Sapi
Diberi makan (upah) yang sedikit
alias enggak setimpal, tapi kerjanya
giat, patuh lagi dengan tuan nya
Coba aja si Kerbau, mana mau dia bekerja giat bila diberi makan (upah) yang tidak setimpal dari tuan nya

Awi      :OH….Begitu YA ….Kim!!!!!
Trus Bagaimana dengan nasib si Buruh, yang mendapatkan upah (gaji) enggak layak, tapi mayoritas mereka enggak berani meminta hak nya kepada si Perusahaan (Pengusaha)
Kim       :Ya sama saja dengan nasib si Sapi ……ya makanya adanya istilah, Buruh di peras tenaganya seperti Sapi Perahan
Awi      :Bisa ya seperti itu, Padahal Buruh itu Manusia yang mempunyai  Akal dan Pikiran yang pasti melebihi otak Sapi.
Dan si pengusaha juga punya Akal dan Pikiran, tapi kenapa tega bersikap seperti itu kepada buruh. ……….Jadi Buruh lebih bodoh dari sapi donk, Kim??
“BURUH JUGA MANUSIA SAMA SEPERTI PENGUSAHA”
Kim       : Ya Enggak seperti itu juga…, Si Buruh dan juga Masyarakat sudah di Hegemony oleh si penindas (pengusaha) dengan banyak macam bentuk dan
       cara, mulai dari media, pendidikan, bahkan agama, dll.
       Kalau si pengusaha sih, hanya mau mencari keuntungan sebesar-besarnya,
       enggak peduli bagai mana caranya.
Awi      : OH BEGITU YA……………………..Jadi Kerbau itu hewan yang pintar     ya???????????????
Kim       : Mmmm………………!!!

Agoes_young