Jumat, 01 September 2017

Holla ..hallo

komazine holla

Salam dan bahagia

Sampah menumpuk dalam jiwa dan raga.  yeah di dalam benak mu benuh khayalan semata yang menjadi sampah .. tak pernah mencoba melaksanakan . Selalu berpikir kalah sebelum bertaraung menghadapinya. Rindu Mu cuman angan-angan yang tak kesampaian memeluk gunung.

Terlalu lama berdiam di langit mengawam-awam bersayap penuh duka. lupa akan daratan bumi yang bepijak pada kenyataan yang pahit. kepahitan adalah obat bersyukur menikmati hasil dari proses perjuangan hidup.

Hidup Mu semakin kedalam kematian penuh hasrat memiliki ..Cinta tak seharusnya meiliki. konsumtif semata lapar haus akan eksitensi dan prestise menjauh dari sejatinya proletariat yang semakin tak mengenal kelas sebagai penggerak roda produksi dan pengerak dari kebudayaan masyarakat yang terhalusinasi oleh tabir mistik kapitalisme yang gemerlap dan terlalu mepesona dengan topeng-topeng imaji kepalsuan. Ingin naik kelas atas tapi lupa diri bahwa hampir seluruh umat manusia adalah pekerja bukanya pemilik modal.

edwanov

Jumat, 26 Agustus 2016

ODE POHON PETE


Jalan semakin panjang di tengah malam ketika pulang sang pejalan malam memang selalu saja pulang telat dari jadwal angkutan umum jadinya berjalanan menyelusuri tepi trotoar hingga ketemu anggkutan malam hari yang semakin jarang. Naik angkutan malam dengan ongkos dua kali lipat dengan suasana penuh curiga dengan penumpang kiri-kanan dan depen-belakang hmm.. sangat menegangkan penuh kewaspadaan.

Selalu saja malam membuat jalanan menuju rumah terasa semakin panjang. Tak begitu gelap untuk melewati jalan untuk pulang, melewati tempat tongkrongan yang nampak sepi tak seperti dulu semuanya telah berubah dimakan tuntutan hidup dan situasi semakin tak ramah untuk mereka para anak malam yang selalu saja dicibir orang tapi selalu saja dirindukan karena malam terlalu sepi tanpa kehadiran mereka di sudut bangunan dan pinggir jalan.

Sampai di sebuah mulut jalanan yang semakin sempit dan tata letak rumah nampak ada yang baru dengan penghuni lama yang pindah ke pinggir kota karena keadaaan ekonomi tak perpihak kepada mereka. Dan yang tak berubah adalah pohon pete yang tinggal tumbuh sendiri di tinggal mati oleh pohon asem di tetangga samping rumah karena tanah itu telah dibeli bersama rumah yang dulunya pemilik tanah sebagian kampung ini. Pohon pete tinggi dan rimbun dengan latar rumah tua nampak selalu kosong memang rumah itu kosong tak pernah di tempati sejak di bangun karena yang mempunyai adalah tuan tanah dan sudah beberapa kali pindah tangan tapi masih saja pohon pete dan rumah tua yang bobrok itu tetap saja berdiri menyambut para pejalan. Bagi yang bernyali kecil mungkin terlihat angker tapi karena suadah dari kecil jadi tak begitu menciutkan nyali mungkin para roh yang berdiam disana sudah kenal akrab satu kampung jangan saling mengganggu. Banyak cerita yang hanya pepesan kosong belaka kalau rumah dan pohon pete ada penunggunya hahaha masih saja di jaman yang terlalu canggih ini masih saja takut dengan mahluk goib pada hal kita juga seperti mahluk goib lewat dunia maya apa lagi yang eksis dengan sosmed hahaha kenalnya lewat chating dan foto tapi belum ketemu langsung ..eh di pasang avatar yang menarik jadinya lebih asyik ngobrol walau nggak tau siapa di ujung sana yang di ajak ngobrol hihihi. Sudahlah hari sudah pagi saatnya beristirahat dan masuk ke dalam dunia maya sebentar liat ada apa gerangan disana.

Edwanov Maret 2015

Dimuat komazine no.18 LIRIK