Selasa, 09 Mei 2023

Seger di akhir Mei

 Segeer cuaca makin hangat , menjadi semangat hot banget berkeringat menyelesaikan fanzine yeaah yang baru edisi 24 komazine akhirnya beranak pinak kembali, pada hal sudah koma.

SANG FAJAR BARU komzine di tahun 2023 menyambut fajar baru tiap hari selagi masih di beri kehidupan di antara ketidak pastian hidup dalam sistem yang memuakan tapi damai saja tanpa war dengan pemodal !!!!



komazine fajar baru 2023


hey Jul

 hey..

hey Jul apa kabar mu 2022 telah berlalu dan terbit nampak sedikit murung , oh apakah kamu baik-baik saja Hey, JUL !!!


zine hey, jul 2022


Senin, 07 November 2022

Hey, Jul !

 

komazine jul
komazine Jul ehh Nov

Hey,Jul !


Apa kabarnya jul? ini sudah November hmm.. kapan jumpa!!!

Jumat, 15 Oktober 2021

Jumat, 30 Oktober 2020

lost rainbow

 

lost rainbow

Nyatakan padaku perasaan itu , coba kau ulangi aku tersentak oleh getaran kimiawi di dalam tubuhmu menyentuh auraku.
cinta adalah reaksi kimiawi di dalam otak yang memberikan rasa bahagia dan adictif. 
begitu indah menapa ka endam rasa itu dalam hati sanuarimu . aku suka dirimu , ah.. kalau saja pada saat itu tak kau katan cinta dulua di depan patung yesus dan di saksikan foto lenin “ya…aku jawab oke.. ya , kenapa tidak aku juga punya rasa yang sama “
ketika cinta hadir mengapa semua menjadi penuh warna
gelisah menuggu pagi dan kemudia terlelap di dalam maligai nan indah “aku ingin selalu bersama mu 
“ I miss u … tak lama aku sms sebelum ku bertemu di alam mimpi.
ketika mentari menyingsing aku sudah dahulu terbangaun dan menggerakan badan dan begitu semanagatnya diriku enyambuat pagi dengan derap langkah lagu menitip mati….
sosialisme t’lah datang !!

Pagi begitu member semangat melihat para pedagang kaki lima yang tinggal dari beberapa blok rumahku , mereka sedang mempersiapkan gerobak-geobaknya yang penuh dengan dagangan berbagai macam ada pedagan bubur nasi , kacang hijau dan teman nya ketan hitam. 
penggalan derap langkah hari ini penuh dengan rasa bahagia yang adictif menerpa tubuh dan pikran ini yang sedang melayang terbawa senyum dirimu lewat foto di facebook mu, bibir merahmu membuatku penuh dengan romantic revolusioner . 
Menggebu-gebu untuk berlanjut pada kehidupan yang lebih adil bagi semua.

Bulan sepember yang mekar di bulan agustus 
oh, dipenuhi api semangatmu di dalam jiwaku ku resapi merasuki darah ini mendesir melihat begitu 
kejamnya kaum pemilik modal yang mengekploitasi buruh .
yang dicuri nilai kerjanya.
merah mengelora darah ini
seluruh tubuh 
dirimu penuh dengan letupan revolusi yang
begitu romantic 
kau adalah benih-benih bunga yang tumbuh pada saat masa revolusi
kata-katamu seperti percikan api 
aapi membuat darah aku bergelora di samudra
saat bahu kiriku tersentuh tubuhmu menyentuh dadaku
jantungku berdegub begitu keras berlari mengejar sosialisme
tubuh ini rasanya tak begerak…
gerakan ku tiba-tiba terhenti 
ah kau cinta meneyetrum ku
ayunan langkahku penuh dengan iringan lagu internasionale

Bukan-bukan hujan yang selalu di temani. Teman setianya pelangi pada saat setelah hujan yang telah reda.
tapi mana ada pelangi di hari-hari ini yang menemani hujan yang telah reda tanpa pelangi
semuanya hilang … terkubur beton-beton dan kilauan kaca-kaca yang menyilaukan lengkap sudah tercium aroma knalpot kendaraan bermesin yang menyesakana dadaku 
hujan datang dan terbitlah kemacetan , jalan-jalan di genangi air . 
Saling serobot dan mesin-mesin pun mati di genangi air masuk melalui celah-celah kecil.

Hai, laki-laki yang arogan dan diselubungi kebimbangan, apaka kau bimbang tertendang Pak Bambang. Laki-laki angkuh nan bimbang itu kepalanya di tumbuhi dengan pohon beringin dan tepat di ujung ranting gagak hinggap dan berlindung di antara kerimbunan pepohonan yang sudah beruarat akar sampai kedasar tanan sampai-sampai lelakai angku penuh kebimbaganagn tak bisa bejalan, baik maju maupun mudur . lelaki angkuh dan penuh kehati-hatian sebab ia adalah seorag peragu yang ingin nampak perfecsionis dan ingin di angap seorang idola tetapi lelaki itu sebenarnya sangat berbahaya sekali di dalam negeri ini . Akar-akarnya menghisap seluruh isi perut bumi demi menyuburkan dan merindangkan daun-daun untuk para binatang-binatang yang berteduh di bawah pohon beringin yang tumbuh di atas kepalanya lelaki angkuh dan peragu. 

edwanov _komazine smile

Jumat, 02 Oktober 2020

INFUS 2020

 


infus

 

September 2019 setahun yang telah berlalu zine 19

kembali lahir dari rutinitas hidup yang semakin

memuakan di dalam sistem yang busuk ini.

ketemu september kebetulan tapi bukan di rencanakan

dan rencana terbit akhir September 2020 ke- 20 waaah angka...

kembar semoga dapet dobel bonus ya huahuahaha.

september komazine kembali tertidur dalam koma antara hidup dan mati

selamat menikmati zine yang ke 20 kali terbit tak rutin sperti jadwal makan

kamu, karena menulis itu membosakan lebih enak menonton youtube...

selamat menikmati kebosanan dan menulis sambil membungkus dalam sebuah zine

yang ke-20 kalinya tapi akhirnya selesai awal Oktober moga-moga menghibur di waktu yang terlalu sibuk dengan sosial media.

selamat membaca dan jangan bangunkan aku di akhir september ini mau tidur lagi.

 

Editor 2020 komazine

Senin, 05 Maret 2018

4 Cara Menghindari HOAX !!!

Sederhana itu hoax, hoax itu tak sederhana begitu saja !!!
hoax_komazine-edwanov artwork

    
    "Semua berita adalah kebohongan dan semua propaganda disamarkan sebagai berita."
                                                                                                                                        - Willi Münzenberg

Berita itu Bullshit banget zaman sekarang yang makin mudah mengakses berta. Bullshit adalah bull: banteng shit:duduk kata mbah saya yang umurnya hampir 1000 tahun, jadi kesimpulanya banteng duduk itu orang yang suka berbohong... haha hoax nih. Hoax adalah kebohongan atau omong kosong yang di buat seolah-olah itu berita yang berlandaskan dengan fakta. Wabah hoax ..omong kososng yang di bungkus seperti berita berdasarkan fakta yang objektif menyebar tak bisa di tangkal sebab “kebohongan yang di ulang secara terus menerus,adalah kebenaran di masyarakat”.
Ho ho hoax menjadi makanan sehari-hari di era digital teknologi yang semakin deras menyerbu berebut untuk membentuk sebuah opini, bukannya mau anti kemajuan teknolgi akan tetapi bagaimana kita menfilter berita itu hoax atau bukan, hhm ada bebrapa startegi untuk menyaringnya. Monggo patut disimak buat yang berkenan membacanya.

Jangan mudah ketipu

Tak mudah tertipu dengan hal-hal yang nampak sederhana, ada banyak studi menunjukan, ternyata eh.. ternyata sangat mudah dalam berkelit menyemyembunyikan kebohongan dalam sebuah cover kredibilitas. Hoax sangat jelas terlihat dan terdengar dengan meyakinkan dengan kelancaran kognitif yaitu mengformulasikan sebuah ide yang mudah di cerna oleh persepsi kebanyakan orang.
Seperti sering kita lihat dengan tampilan head line berita dengan fornt yang mudah dibaca, kebanyak kita cenderung lebih percaya dengan seorang yang terasa akrab dan familiar ( seperi yang kerap muncul di media televisi) walau pun mereka tak berkompeten tak ahli lah maksunya dengan apa yang mereka katakan. Mulai dari sekarang cobalah pertanyakan dari siapa sumber informasi itu berasal. Lihat dan cermati apa yang sebenarnya di balik maksud dan tujuan yang mereka ingin capai dari sebuah presentasi yang ciamik menghipnotis audiens.

Mengenali gambar rekayasa

Visual yang menarik atau tampilan gambar yang  bisa meningkatkan kognitif suatu berita. Kini sangatlah mudah dengan berbagai macam sofwear edit photo dengan mudah merekayasanya untuk tujuan manipulasi dan tipu muslihat dengan ingatan kamu dengan sejarah.
Halaman berita Slate pernah membuat eksperimen: menunjukkan gambar beberapa peristiwa politik. Yang sebagiannya palsu. Ketika para pembaca ditanya setelah melihat gambar itu, hampir separo dari mereka menyatakan mengingat peristiwa palsu tersebut benar-benar terjadi. Ini merupakan salah satu metoda sugesti halus yang bisa memberikan kredibilitas atas suatu kebohongan. Agar tidak terbohongi, berupayalah mencari beragam sumber informasi dan jangan hanya mengandalkan bukti yang ada di depan mata.
Rendah hati
Kebanyakan orang yang gampang percaya hoax adalah cenderung arogan.. sotoy, yakin lebih tau. Malah hal ini menjadi negatif dengan mudahnya akses informasi di dalam gengaman dengan koneksi internet. Jadi , orang yang seperti inilah yang kurang kritis terhadap informasi dengan miskinnya budaya literasi yang ada minat eksistensi dengan berkomentar yang tak jelas dan selalu menolak asumsi yang tak sejalan dengan asumsinya yang ia anggap benar dan absolud bagi dirinya.
Jangan seperti katak dalam tempurung
Polarisasi dalam berkelompok , orang secara ilmiah akan berkumpul dengan orang yang berpandangan yang sama dengan dirinya. Baik secara virtual dunia maya maupun secara langsung dalam lingkungan fisik. Dengan pola ini akan menbuat kencenderungan pembenaran menurut persepsi yang sama. Cobalah berbicara dengan orang yang berpandangan yang berbeda dari kamu, iya ente bro.. dan coba deh baca berita dari sumber yang bukan dari kamu yang biasa baca. Mempertanyakan fakta bukan hanya di lahap begitu saja dalam memakan sebuah informasi. Jadilah orang kepo yang selalu ingin tahu dimana sumber berita apa maksud dan terselubung di balik berita.
Dengan Kamu kepo menurut seorang psikologi Tom Stafford. Kamu bisa memanfaatkan keingana tahuan untuk menjadi lebih paham. Maslahnya faktor pendidikan tidak banyak berperan dalam mencegah cara berpikir terpolarisasi, orang yang cenderung rasa keingnantahuan besar pastinya akan mepertimbangkan bukti saintifik secara lebih adil.
Membaca dan menyebarkan sebuah berita itu tak sederhana itu. Dengan membanjirnya informasi di sekitar kita, sebaiknya membaca secara sekilas lalu memakai emosi tanpa mempertimbangkan sumber berita dan fakta secara berimbang. Kamu akan mudah tertipu daya dan turut meperpanjang HOAX karena membaca informasi itu bukan semudah hoax-cim seperti orang bersin.
Edwanov #komazine

Jumat, 01 September 2017

Holla ..hallo

komazine holla

Salam dan bahagia

Sampah menumpuk dalam jiwa dan raga.  yeah di dalam benak mu benuh khayalan semata yang menjadi sampah .. tak pernah mencoba melaksanakan . Selalu berpikir kalah sebelum bertaraung menghadapinya. Rindu Mu cuman angan-angan yang tak kesampaian memeluk gunung.

Terlalu lama berdiam di langit mengawam-awam bersayap penuh duka. lupa akan daratan bumi yang bepijak pada kenyataan yang pahit. kepahitan adalah obat bersyukur menikmati hasil dari proses perjuangan hidup.

Hidup Mu semakin kedalam kematian penuh hasrat memiliki ..Cinta tak seharusnya meiliki. konsumtif semata lapar haus akan eksitensi dan prestise menjauh dari sejatinya proletariat yang semakin tak mengenal kelas sebagai penggerak roda produksi dan pengerak dari kebudayaan masyarakat yang terhalusinasi oleh tabir mistik kapitalisme yang gemerlap dan terlalu mepesona dengan topeng-topeng imaji kepalsuan. Ingin naik kelas atas tapi lupa diri bahwa hampir seluruh umat manusia adalah pekerja bukanya pemilik modal.

edwanov

Jumat, 26 Agustus 2016

ODE POHON PETE


Jalan semakin panjang di tengah malam ketika pulang sang pejalan malam memang selalu saja pulang telat dari jadwal angkutan umum jadinya berjalanan menyelusuri tepi trotoar hingga ketemu anggkutan malam hari yang semakin jarang. Naik angkutan malam dengan ongkos dua kali lipat dengan suasana penuh curiga dengan penumpang kiri-kanan dan depen-belakang hmm.. sangat menegangkan penuh kewaspadaan.

Selalu saja malam membuat jalanan menuju rumah terasa semakin panjang. Tak begitu gelap untuk melewati jalan untuk pulang, melewati tempat tongkrongan yang nampak sepi tak seperti dulu semuanya telah berubah dimakan tuntutan hidup dan situasi semakin tak ramah untuk mereka para anak malam yang selalu saja dicibir orang tapi selalu saja dirindukan karena malam terlalu sepi tanpa kehadiran mereka di sudut bangunan dan pinggir jalan.

Sampai di sebuah mulut jalanan yang semakin sempit dan tata letak rumah nampak ada yang baru dengan penghuni lama yang pindah ke pinggir kota karena keadaaan ekonomi tak perpihak kepada mereka. Dan yang tak berubah adalah pohon pete yang tinggal tumbuh sendiri di tinggal mati oleh pohon asem di tetangga samping rumah karena tanah itu telah dibeli bersama rumah yang dulunya pemilik tanah sebagian kampung ini. Pohon pete tinggi dan rimbun dengan latar rumah tua nampak selalu kosong memang rumah itu kosong tak pernah di tempati sejak di bangun karena yang mempunyai adalah tuan tanah dan sudah beberapa kali pindah tangan tapi masih saja pohon pete dan rumah tua yang bobrok itu tetap saja berdiri menyambut para pejalan. Bagi yang bernyali kecil mungkin terlihat angker tapi karena suadah dari kecil jadi tak begitu menciutkan nyali mungkin para roh yang berdiam disana sudah kenal akrab satu kampung jangan saling mengganggu. Banyak cerita yang hanya pepesan kosong belaka kalau rumah dan pohon pete ada penunggunya hahaha masih saja di jaman yang terlalu canggih ini masih saja takut dengan mahluk goib pada hal kita juga seperti mahluk goib lewat dunia maya apa lagi yang eksis dengan sosmed hahaha kenalnya lewat chating dan foto tapi belum ketemu langsung ..eh di pasang avatar yang menarik jadinya lebih asyik ngobrol walau nggak tau siapa di ujung sana yang di ajak ngobrol hihihi. Sudahlah hari sudah pagi saatnya beristirahat dan masuk ke dalam dunia maya sebentar liat ada apa gerangan disana.

Edwanov Maret 2015

Dimuat komazine no.18 LIRIK

Kamis, 18 Agustus 2016

Jalan Kimia

jalan kimia 2006-2016

Menatap langit di pinggir kali Ciliwung diantara bekas pemukiman pinggiran kali di Jalan Kimia, Menteng. Tempat ini pinggir kali merupakan rumah kedua bagi Koma (KOmunitas warung eMAk) komunitas diskusi warung emak di pinggir jalan Kimia, karena deretan warung disini di sebut Warung Emak. Komunitas yang ikut membidani komunitas lainya seperti KPK (Komunitas Pinggir Kali), TBK (Taman Bacaan Kimia),  akhirnya dengan semangat yang baru menjadi KBBT (Komunitas Baca-Baca di Taman). Dan komunitas lainya yang pernah singah dan terbentuk disana.

Di jalan ini dan pinggiran kali merupakan tempat yang membuat nyaman apa lagi saat itu masih banyak pohon yang rindang sehingga siang hari yang terik penuh penat dan macetnya Jalan Diponogoro, tempat ini adalah sebuah ruang untuk melepaskan kepenatan dan bertukar ide dari hal-hal yang konyol sampai yang serius, yap’s.. Jalan Kimia menjadi tempat yang banyak merekam kenangan yang terlalu manis untuk dilupakan dalam hidup.
jalan kimia 2016

Penggusuran memang datang dan pergi dari Jalan Kimia yang berderet warung emak dan pemukiman pinggir kali dan menjelang senja, bemo pun menyinggahi tepi jalan sebab disanalah singgasana mereka. Walau kendaraan warisan GANEFO itu sudah dianggap usang oleh arus modernitas, tapi bemo masih memiliki pasarnya yang tak habis dimakan zaman.
jalan kimia bemo 2014

pinggir kali 2014

Kimia kali ini memang benar-benar habis di bersihkan tak seperti penggusuran yang lalu hanya temporer, hari ini di gusur besok bangun lagi. Pinggiran kali ini di akan di bangun taman dan pedagang dan pemukiman yang sejak era kemerdekaan ini. Menjadi saksi perubahan politik Indonesia yang sudah berumur 71 tahun MERDEKA.. dari peristiwa Cikini, GESTAPU 65, 27 Juli 1996, Reformasi 98 dan banyak lagi peristiwa lainya yang tak tertulis disini.

Jalan Kimia ada di sebelah kiri Jalan Diponogoro dan sebelah kanan Jalan Mendut. Perbatasan Kelurahan Menteng dan Senen di belah oleh aliran Kali Ciliwung. Menurut para Ibu-Ibu di sana yang sudah beranak cucu di tempat ini dahulu jalan ini namanya Gang Kucing karena dahulunya banyak kucing tak tahu pasti kapan tahun dan tanggalnya. Lalu berubah lagi menjadi Jalan Sibiset dan ini adalah pergantian yang ketiga kalinya dan bernama Jalan Kimia hingga kini.

Mungkin penduduk di pinggiran kali di jalan kimia ini seperti bajing yang selalu saja lewat diantara kabel di jalan ini diantara pepohonan yang tersisa. Bajing “naik turun pohon kelapa mencari penghidupan” kata Multatuli. Bajing  bergerak naik atau turun ke kiri dan kekanan. Bajing ada di tempatnya seperti nenek moyangnya dulu sebelum Menteng berubah menjadi perumahan elit. Bajing tak bertransmigrasi seperti burung karena ia tak punya sayap tapi bisa melayang walau tak bisa terbang layaknya burung.


Para penduduk yang semakin kecil tinggal bertahan di jalan kimia sekarang bertahan di pekarangan bekas kedutaan Polandia yang kosong. Gundah dengan ketidak pastian melanjutkan hidup berjualan melayani para pelanggan karyawan yang tak cukup membeli makan di restoran dan nongkrong di café yang menjamur di kawasan itu. Makan di pinggiran gajihnya hanya cukup buat makan disana. Desas-desus kalau tak boleh lagi tinggal dan menaruh gerobak dan berdagang disana ..hmm mungkin juga penduduk kimia seperti bajing yang bisa bertahan diantara perubahan zaman.


Edwanov Agustus 2016

Selasa, 16 Agustus 2016

Di depan pintu gerbang saja (bingung)



Namanya temanya saya Muhammad tapi Dia bukanlah seorang Nabi. Setelah lulus SMA dan tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena biaya yang tak tergapai untuk mendaftarkan di menara gading itu. Tapi dia tak kalah dengan mahasiswa jurusan politik , dia adalah pengamat politik di warung kopi di belakang kampus dengan analisis pertentangan kelas yang di dapatnya dengan mengikuti organisasi sayap kiri yang berlandaskan pada saat itu sosdemkra. Walau pun di punya kesadaran kelas dia tak mau di sebut aktifis tapi lebih enak di sebut pemberontak , katanya “ sambil menyeruput kopi hitam”.

Ada pula pengamen bernama asli Wiski wah pasti Bapaknya gila miras nih. Dia tak mau lagi di sebut sebagai pengamen semenjak mengikuti kurpol organisasi , dia memilih di sebut sebagai lumpen proletariat yang katanya itu kelasnya hmm lebih keren dari pada di sebut ANJAL (anak jalanan). Anjal karena anjal sudah jadi brand imaj-nya Ali Topan yang sok menjadi anjal.

Muhammad dan Wiski dua orang dengan kesadaran kelas yang maju walau pun tak seberuntung Aku yang masih bisa melanjutkan ke menara gading.  Dan satu lagi di saat awal kuliah ketemu seorang mahasiswa yang cukup popular dan punya masa lalu keluarganya dengan partai terlarang walau pun itu dari garis keturunan Bapaknya tapi di menjadi seorang yang kritis dan berfilsafat, membuat orang yang berbincang-bincang denganya sampai lupa kalau waktu terkadang sudah hampir pagi. Tapi namanya sebut saja si A karena tak tau nama aslinya.

Kali ini Aku tidak menceritakan ketiga orang itu saat pertama Aku menginjak ke menara gading. Menjadi mahasiswa di tuntut untuk lulus empat tahun menjadi sarjana dan cepat kerja. Itulah impian idealnya tapi nyatanya setelah lulus dengan nilai yang lumayan  dan tak dapat pekerjaan dengan upah yang layak. Harus kerja kontrak kaya jaman kompeni kalau pada saat diskusi katanya ini adalah neokolonialisme , kita merdeka tapi kalau kata Soekarno baru cuma sampai di depan pintu gerbang waduh mana pintu gerbangnya banyak banget penjaganya, jadi suasah masuknya eeh yang di kasih masuk malahan orang asing yang siap untuk bersaing di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) asuu tenan bagaimana Aku bisa dapet kerja sudah kalah duluan mentalnya .. kalah sebelum bertarung karena masih dengan stigma mental inlander berengsek yang selalu saja di pupuk dan tumbuh subur sebagai mental kharakter bangsa Indonesia yang selalu saja menjadi budak di antara bangsa-bangsa walau kita mempaunyai sumber daya alam yang sangat kaya raya tapi cuman menjadi penontoh , yang benar menjadi penonton berarti sudah hidup berkecukupan bisa menonton.  Bukanya cuman menjadi pelengkap dari penindasan kapitalisme yang semakin kuat untuk mencengkram sebagai sebuah sistem yang ideal yang tak akan pernah bisa di gantikan. Tapi revolusi adalah mencipta menghancurkan sistem lama dan membangun sistem baru untuk masyarakat adil dan makmur!!

Aka mereka panggil namaku Januari 2016
di muat di komazine no.18 LIRIK

Sabtu, 13 Agustus 2016

Melirik Barbie


melirik barbie 

KEN: Hey
BER:    (….)
KEN: Hey kok diem aja !!
BER: Siapa Nih!!
KEN: Masa lupa gue kan Ken ..Barbie
BER: Hey juga , mau kenalan ya.. Ngak usah ngaku-ngaku Ken deh?
KEN: Aku kan Ken ..!! Ken Tut..  Beb. Nggak GUE  cuman mau tanya aja, status kamu palsu ya!!
BER: …hmm ?!!?
KEN: Rambut kamu sepertinya palsu ya..?
BER: Asli kok ini... sembarangan,Lirik dong.. Kepalaku saja yang palsu.
KEN: Kalau otaknya ??
BER: Otak pakai sistem Kapitalis Mas bro..
KEN: Oh..kalau gitu kita sama dong!!
BER: sama apanya???
KEN: sama-sama penindas. Aku sistem Feodal
BER: Ih kamu sisa feudal , pasti keturunan raja ya..
KEN: Ih kamu peramal yak, Kok tahu aja ..hihihi
BER: Aku kan pemilik Modal , kalau kamu tuan tanahnya (senyum2 sendiri)
KEN: Ehh, ngomong2 ..kalau Bulu matanya yang lentik badai itu, palsu juga dong!!
BER: Ini asli loh dari manusia , bukan sintetis Mas bro..!
KEN: Pasti dari buruh kamu paksa ya untuk copoton bulu matanya untuk membeli IPhone ya, sama perawatan biar mulus cantik ala kamu yaaa … babiii  eeh langsing kaya kucing kurus di papan.



Edwanov  Februari 2016
di muat komazine No.18 LIRIK

Ada Apa Dengan Buku

komazine 18 Lirik

Pada suatu hari di hari terakhir UAS pas Gue lewat kampus eeh tiba-tiba pengen masuk ke dalam perpustakaan kampus mau cari buku siapa tau bisa nambah pengetahuan sekalian bisa lirik yang jaga perpus yang cantiknya alami gaya perempuan Indonesia banget …Setelah gue dapet buku, dan cari tempat untuk memebaca ehh kebetulan ada tempat duduk kosong di sebelah seorang cewek yang lumayan cantik walau pun cantiknya menjadi tak terlalu buat terperana melihatnya, karena cantiknya menjadi standar  karena ia bergaya menganut apa yang kapitalisme yang standarisasikan cantik itu bla.. bla.. . Di sebelah cewek cantik itu adalah bangku kosong satu-satunya karena yang lain penuh maklum lagi ujian jadinya pada ngebut baca buku biar pintar instan bro.. Karena di perpus ngak boleh berisik, Gue bertanya lirih ke Dia, “Mbak, saya boleh duduk disini?
Eh.. tau-taunya dia jawab keras banget.. “elo mau duduk disebelah Gue supaya bisa ngajak Gue tidur ntar malem..!! Gak sopan banget sih loe..!!” Haduh.. seluruh orang yang di perpus pada ngeliatin Gue dengan pandangan jijijk..

Males ribut di perpus, Gue ngak jadi duduk, gue balik lagi ke rak buku. Eh ternyata tuh cewek nyusul ke Gue, terus berbisik.. “Mas,Saya mahasiswa psikologi, saya suka mengamati bagaimana reaksi cowok ganteng terhadap penolakan dan di permalukan.. maaf yaa, kalau bikin kaget..” dengan senyum manisnya ia agak sedikit menyesal.
Gue jawab aja dengan suara keras,,”hah lima juta..?? Mahal ahmad Eh banget.. temen-temen bilang tarif Loe cuman sertus ribu full time lagi..?? “ satu perpus pada ngakak sambil lempar-lempar kertas, buku, botol plastik ke dia.. sementara di cuman bengong..
Terus gue bisikin ke dia.. “ Mbak, Saya mahasiswa akuntansi, saya selalu membuat kondisi balance.. maaf ya kalau bikin kaget.. tapi tambah cantik loh.. serius”
Dan akhirnya berlanjut sambil tukeran handphone karena tukeran nomer atau pin sudah terlalu mainstream.

Dijahit oleh UU
di muat komazine no.18 #LIRIK

Kamis, 03 Maret 2016

sekali Lirik

“We so rarely find the thing, or the person who can heal even a part of us.
— JONATHAN CARROLL

Selain tumbuh dari bayi menjadi tua, makan serta minum, sosialisasi, bernapas, berkembang biak dan beradaptasi. Ciri makhluk hidup yang lainnya adalah, gengsian! Bisa jadi kan gengsi dong kata warkop.. masalah eksitensi lah biar kaya orang dong. Aduh gengsi tuh dia ngelirik Gue, kalau suka bilang jangan Gue di gantung perasaan nanti susah kalau korban PHP maunya lapor kemana, kalau orang hilang akibat masalah kekerasan Negara sama Kontras, Komnas HAM kalau gusuran bisa sama LBH minta bantuan hukum ganti rugi, eeh kalau korban persaaan mungkin bisa langsung dateng ke kantor partai NASGOR biar ngak kelaperan tapi perasaanya bisa di obati disitu bisa curcol atau lirik yang lainya banyak juga yang makan disana katanya menolak lapar , menuntut kenyang.

Kebanyakan melirik kiri, kanan jadinya komazine nomer 18 ngak dilirik untuk di kerjakan karena masalah teknis data di hardisk sempat tak terbaca mungkin dia lupa belajar membaca , menulis dan berhitung..

Nggak semua Orang punya waktu, Kalau memang waktu bisa memberi jawaban atau bahkan menyembuhkan kalau ada yang masih sakit atau masih belum ketemu jawabanya apa mjuga dia ngak ngeh pas di kasi tau jawabanya lagi bengong. Itu berarti, tidak semua orang punya waktu apa lagi untuk membaca .

Ya, sudah lirik ajah deh nanti komazine kalau males bacanya ..

Edwanov Maret 2016


Selasa, 01 Desember 2015

A Long Desember


Ibu kota yang ketika berbicara menjadi cukup akrab dengan orang asing di kendaraan umum dan pastinya akan dianggap aneh, dan ketika mengucapkan salam atau permisi di gang-gang pemukiman padat sambil tersenyum menjadi suatu keluarbiasaan Jakarta yang terlalu keras penuh curiga dan tak peduli lagi dengan orang lain atau pun lingkunganya.

Berhimpitan gedung penuh sesak, tersesat di gang-gang mirip labirin tetapi cuma bisa dilewati satu orang saja kalau berpapasan terpaksa harus bersenggolan hahaa inilah namanya gang senggol brur and sez.

Suasana Jakarta yang penuh suka cita dengan kemacetanya yang membuat di rindukan oleh penduduknya, kalau tak macet menjadi seduikit aneh bahkan agak was-was takut ada razia ..hhehe. Barisan kuda besi saling memacu di jalan raya penuh debu di tengah teriknya mentari. Pemandangan sehari-hari naik motor bertiga ..hmm mungkin kalau dahulu kala ada sebutan pria hidung belang tapi sekarang ada juga sebutan buat wanita. Wanita leher belang hahaha.. biasanya dapat kita bisa jumpai di jalan-jalan, mal, diatas jembatan bahkan di pinggiran kali atau mereka sedang naik motor bertiga dengan celana gemes sebuah fenomena yang tak terlalu aneh lagi terlalu pedas membuat mata perih chili-chilian ini.

Waktu merayap begitu cepat di penghujung Desember yang tak seperti lagunya Counting Crows - A Long December dari pemutar mp3 ini. Sepi senyap Jakarta yang katanya tak pernah tertidur ini sehabis hujan setelah siang yang teralalu terik. Dan di saat purnama datang dengan lolongan anjing kampung yang penuh luka yang tak kunjung mengering di seluruh tubuhnya ada satu anak manusia keturunanya Adam dan Hawa yang menjelma menjadi makhluk bebas bersama iringan The Doors lama-lama terdengar samar-samar. Bukan pengaruh dari air 25% (alcohol). Tidak juga dengan kepulan asap marijuana pula. Hanya saya sendiri yang berfantasi sambil menatap langit malam.  Melesat ke langit ketujuh penuh imaji yang basi yang terlampau tinggi sekali dan tak mau jatuh seperti pesawat air asia itu.

Dari kejauhan rumah ini di tepi sudut gang buntu menampakan pemandangan sebuah perjamuan penuh cinta (CIu campur faNTA) untuk melepaskan dari hembusan angin malam yang semakin menusuk kulit di luar sana. Terhentak lolongan anjing penuh luka itu karena tadi siang habis bertarung demi mempertahankan daerah kekuasaanya dari anjing pendatang baru yang tinggal di rumah sebelah yang nampak menjadi terlalu mewah di antara deretan rumah di kampung ini yang sederhana tak pernah merana karena kegelamoran metropolitan.


Edwanov  Januari 2015
   dimuat komazine # 17 hey, feb